Laboratorium Kalibrasi

PT. GAYA DINAMIKA  ANGKASA
  LK - 077 - IDN  /  ISO  17025
.
.
Pengertian kalibrasi menurut ISO/IEC Guide 17025:2005 dan Vocabolary of International Metrology (VIM) adalah serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai - nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dengan besaran yang diukur dalam kondisi tertentu. Dengan kata lain, kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukur yang mampu telusur (traceable) ke standar nasional untuk satuan ukuran dan/ internasional.
Sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 memerlukan sistem pengukuran yang efektif, termasuk di dalamnya kalibrasi formal, periodik dan terdokumentasi, untuk semua perangkat pengukuran.

Kalibrasi diperlukan untuk: 
  • Perangkat baru
  • Suatu perangkat setiap waktu tertentu
  • Suatu perangkat setiap waktu penggunaan tertentu (jam operasi)
  • Ketika suatu perangkat mengalami tumbukan atau getaran yang berpotensi mengubah kalibrasi
  • Ketika hasil pengamatan dipertanyakan 
Manfaat kalibrasi adalah :
  1. Untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan di berbagai industri pada peralatan laboratorium dan produksi yang di miliki.
  2. Dengan melakukan kalibrasi, bisa diketahui seberapa jauh perbedaan (penyimpangan) antara harga benar dengan harga yang ditunjukkan oleh alat ukur.
Tujuan dari kalibrasi adalah untuk mencapai ketertelusuran pengekur. Hasil pengukuran dapat dikaitkan/ditelusur sampai ke standar yang lebih tinggi/teliti (standar primer nasional dan/ internasional), melalui rangkaian perbandingan yang tak terputus.

Prinsip dasar kalibrasi : 
  1. Obyek Ukur (Unit Under Test).
  2. Standar Ukur (alat standar kalibrasi, prosedur/metode standar (mengacu pada standar kalibrasi internasional atau prosedur yang dikembangkan sendiri oleh laboratorium yang sudah teruji (diverifikasi)).
  3. Operator/teknisi (dipersyaratkan operator/teknisi yyang mempunyai kemampuan teknis kalibrasi (bersertifikat)). 
  4. Lingkungan yang dikondisikan (suhu dan kelembaban selalu dikontrol, gangguan faktor lingkungan luar selalu dimininalkan (sumber ketidakpastian pengukur).    
 Hasil kalibrasi antara lain :
  1. Nilai Obyek Ukur
  2. Nilai koreksi/penyimpangan
  3. Nilai ketidakpastian pengukur (besarnya kesalahan yang terjadi dalam pengukuran, dievaluasi setelah ada hasil pekerjaan yang diukur (analisa ketidakpastian yang benar dengan memperhitungkan semua sumber ketidakpastian yang ada di dalam motode perbandingan, besarnya kesalahan yang mungkin terjadi dalam pengukuran)).
  4. Sifat metrologi lain (faktor kalibrasi, kurva kalibrasi).
TUR (Test Uncertainty Ration) adalah  perbandingan antara ketidakpastian karakteristik (specified) dari instrumen yang dikalibrasi terhadap ketidakpastian instrumen kalibratornya (spesifikasi alat bisa dianggap sebagai ketidakpastian terbesar).

Kalibator di Indonesia : 

  1. Kalibrasi TeknisKalibrasi peralatan ukur yang tidak terhubung langsung dengan dunia perdagangan, dilakukan oleh laboratorium kalobrasi terakreditasi KAN (diakui secara nasional).
  2. Kalibrasi Legal, Kalibrasi peralatan ukur untuk keperluan perdagangan, dilalukan oleh Direktorat Metrologi-Depdag.  

 

 

PT. Gaya Dinamika Angkasa
image

www.gayadinamika.com

pt-gda@krakatauinstruments.com


KOMITE AKREDITASI NASIONAL
SNI ISO/IEC 17025
LK - 077 - IDN
Fast Response

 

Ms. ASRI PERTIWI

Marketing Representatif


Mobile :

021-9100 96 53

0878 3935 9003

 

Marketing Office :

Pamulang Estate

Blok E1 No. 8

Tangerang Selatan,

BANTEN 15417


 

Laboratorium :

PT. GAYA DINAMIKA ANGKASA

Komplek Pergudangan Bandara Mas

Blok A7 No. 9A

Jalan Marsekal Surya Dharma

Selapajang Tangerang, BANTEN 15127

 

TERAKREDITASI

SNI ISO/IEC 17025

LK - 077 - IDN

www.gayadinamika.com

 

 

RSS Feed

Copyright © 2016 PT. Gaya Dinamika Angkasa · All Rights Reserved